Laman

Assalamu Alaikum.....
Google

Qur'an Random

Tampilkan postingan dengan label Doa dan Shalawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa dan Shalawat. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Januari 2011

Do'a Yang Tak Pernah Bosan Dilakukan Oleh Rasulullah s.a.w

Kita sebenarnya yang lebih pantas untuk bertaubat dan beristighfar setiap saat karena dosa kita yang begitu banyak dan tidak pernah bosan-bosannya kita lakukan.


kita sebenarnya yang lebih pantas untuk bertaubat dan beristighfar setiap saat karena dosa kita yang begitu banyak dan tidak pernah bosan-bosannya kita lakukan.


Rasul dan suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak beristigfar dan bertaubat padahal beliau adalah orang yang telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang. Sebagaimana hal ini terdapat pada firman Allah,

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (2)

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata , supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,” (QS. Al Fath : 1-2)


Dalam kitab shohih, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا صَلَّى قَامَ حَتَّى تَفَطَّرَ رِجْلاَهُ قَالَتْ عَائِشَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَصْنَعُ هَذَا وَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ « يَا عَائِشَةُ أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا ».

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa shalat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian aku mengatakan kepada beliau, ‘Wahai rasulullah, kenapa engkau melakukan hal ini padahal engkau telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur.” (HR. Muslim no. 7304)


Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “Inilah kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang seorang pun tidak ada yang menyamainya. Tidak ada dalam satu hadits shohih pun yang menceritakan tentang balasan amalan kepada selain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatakan bahwa dosanya yang telah lalu dan akan datang akan diampuni. Inilah yang menunjukkan kemuliaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala perkara ketaatan, kebaikan dan keistiqomahan yang tidak didapati oleh manusia selain beliau, baik dari orang yang terdahulu maupun orang yang belakangan. Beliaulah manusia yang paling sempurna secara mutlak dan beliaulah pemimpin (sayid) seluruh manusia di dunia dan akhirat.”

Walaupun dosa-dosa beliau telah diampuni, namun beliau shallalahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak beristigfar di setiap waktu. Para sahabat telah menghitung dalam setiap majelisnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat paling banyak beristigfar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata,

كَانَ فِى لِسَانِى ذَرَبٌ عَلَى أَهْلِى لَمْ أَعْدُهُ إِلَى غَيْرِهِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-

“Dulu lisanku biasa berbuat keji kepada keluargaku. Namun, aku tidaklah menganiaya yang lainnya. Kemudian aku menceritakan hal ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيْنَ أَنْتَ مِنَ الاِسْتِغْفَارِ يَا حُذَيْفَةُ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

“Mana istigfarmu, wahai Hudzaifah? Sesungguhnya aku selalu beristigfar kepada Allah setiap hari sebanyak 100 kali dan aku juga bertaubat kepada-Nya.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sabda Nabi ‘…إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Senin, 05 Juli 2010

Do'a Nabi SAW Ketika Sholat Tahajjud

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَهَجَّدَ مِنْ اللَّيْلِ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ

(صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw :
“Bahwa Nabi saw bila shalat Tahajjud dimalam hari berdoa : Wahai Allah, Bagi Mu Pujian, Engkaulah Cahaya segenap langit dan Bumi, Bagi Mu Pujian, Engkaulah Yang Menegakkan Langit dan Bumi, dan Bagi Mu Pujian, Engkaulah Yang Maha Mengasuh Segenap langit dan Bumi, dan yg diantara Segenap Langit dan Bumi, ..” (Shahih Bukhari)


Rasulullah Saw, malam hari mengajarkan daripada sekilas doa beliau saw ketika beliau saw bermunajat di malam hari selepas shalat tahajjudnya.

source: http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=211&Itemid=1

[DOA] setelah shalat faRdhu

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
(Q.S. Al Ahzab, 33 : 42-43)

1. Apabila Rasulullah SAW berpaling dari shalatnya, maka beliau :
a. Membaca Istighfar 3 X
b. Membaca dzikir berikut :

اللهم أنت السـلام ومنك السلام تباركت يا ذاالجلال ولإكرام

Allohumma antassalam, waminkassalam, tabarokta yaa dzaljalali wal ikraam

“Ya Allah, Engkaulah Salam, dan daripada-Mu kesejahteraan, serta Maha Besar kebaikan-Mu, ya Allah yang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan.” (H.R. Jamaah selain Bukhary)

2. Rasulullah s.a.w bersabda: Kamu bertasbih سُبْحَانَ اللهُ bertakbir اللهُ أَكبرُ dan bertahmid الحمدُ لِاللهُِ setiap kali setelah selesai dari sembahyang sebanyak tiga puluh tiga kali (H.R. Bukhari-Muslim)

3. “Barangsiapa setiap selesai shalat membaca Tasbih 33 kali, membaca tahmid 33 kali, takbir 33 kali hingga jumlahnya 99, lalu mencukupkan dengan bacaan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa Ilaaha Illalloh wahdahu laasyariikalah lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘alaa kulli syaiin qadiir

Maka diampunilah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan sekalipun (H.R. Ahmad, Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

4. Berdoa Setelah Dzikir
Ada banyak sekali doa-doa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dan semua doa itu sangat baik untuk dibaca setiap selesai shalat. Namun di sini hanya akan dituliskan beberapa doa saja.

اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Ya Allah! Tidak ada siapa yang boleh menghalangi apa yang Engkau berikan, tidak ada siapa yang dapat memberi apa yang Engkau tegah dan tiada siapa yang berkuasa memberikan manfaat selain daripadaMu” (H.R. Bukhari-Muslim)

اللهم أعني على ذكرك وشكرك و حـسن عبادتك

“Ya Allah, bantulah saya untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu, senantiasa mensyukuri ni’mat-Mu dan senantiasa membaguskan ibadah kepada-Mu.” (H.R. Ahmad, Abu Daud dan Nasai)

اللهم أجرني من النار

(7x)
“Ya Allah, lindungilah aku daripada api neraka) dibaca 7 kali tiap ba’da shalat (Maghrib dan Shubu) (H.R. Muslim)


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أرد إلى أرذل العمر
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدنباَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan aku berlindung kepada-Mu dari mencapai umur yang suburuk-buruknya (kepikunan) dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (H.R. Bukhari dan Tirmidzy)

اللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا واسعا وعملا متقبلا

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu agar diberi ilmu yang manfaat, rezeki yang luas, dan amalan yang diterima.” (H.R. Ahmad, Ibnu Syaibah, dan Ibnu Majah)

Adab-adab Berdoa Di sekitar Shalat Fardhu
a) Berdoa dengan perut yang diisi dengan yang halal (H.R. Ibnu Mardawaih)
b) Menghadap kiblat (H.R. Al-Bukhary)
c) Memperhatikan saat yang tepat untuk berdoa, seperti di tengah malam dan sehabis shalat fardhu (H.R. Turmudzy) (Lihat Bab Awal buku ini)
d) Mengangkat kedua tangan setentang kedua bahu (H.R. Abu Daud)
e) Memulai dengan istighfar, memuji Allah, dan membaca shalawat (H.R. Muslim, Abu Daud, Turmudzy, dll)
f) Harus ada sikap tawadhu’ (rendah hati) dan tadharru’ (rendah diri) dan rasa takut (Q.S. 7: 205)

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al-A’raf : 205)

g) Menyederhanakan suara, antara bisik-bisik dengan suara keras (Q.S. 17 : 110)
Firman Allah :

وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا

“Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu (doamu) dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”

h) Tidak berdoa untuk keburukan atau memutus tali silaturahmi (H.R. Ahmad)
i) Tidak terburu-buru, maka doanya tidak akan dikabulkan. Terburu-buru maksudnya, belum waktunya dikabulkan lalu berkata : “Saya sudah berdoa terus tetapi belum dikabulkan”.
j) Berdoa tidak boleh setengah hati dan berkata kepada Allah : “Sekiranya Engkau mengendaki/sekiranya Engkau mau………….” (H.R. Abu Daud)
k) Memilih kalimat-kalimat yang luas maknanya, tidak tertuju kepada kepentingan yang sesaat dan ruang lingkupnya sempit (H.R. Ibnu Majah)
Misalnya : perkataan pangkat, jabatan, lulus ujian diganti kebaikan dunia, Perkataan uang, materi tertentu diganti dengan rezki yang luas, Perkataan badan langsing, kurus, kuat, dll diganti dengan kesehatan, Perkataan pintar, ilmu tinggi diganti dengan ilmu yang manfaat, Perkataan anak yang bergelar tinggi diganti dengan anak yang saleh
l) Jangan mendoakan diri, keluarga, anak, harta, pelayan dengan doa yang buruk (H.R. Jabir)
m) Isi doanya dimulai dari mendoakan diri sendiri dulu, baru untuk yang lain (H.R. Tirmidzy)
n) Menyapu muka dengan kedua telapak tangan setelah selesai berdoa. Hadits-hadits tentang ini semuanya lemah. Namun Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa karena banyaknya hadits tersebut , maka derajatnya bisa hasan. Imam Nawawy berkata bahwa menyapu muka untuk dipakai sendiri dibolehkan (Al-Adzkar : 175). Wallahu A’lam.

source: http://orido.wordpress.com/2007/03/26/doa-setelah-shalat-fardhu/

Senin, 03 Mei 2010

Shalawat Syifa' in Arabic Text




Assalamualaikum.
Semoga kita berada dibawah lindunganNya. Moga yang sedikit ini dapat manfaat kpd kita semua.

Anak adalah amanah yang Allah swt beri kepada kita semua. Anak juga adalah aset kepada sesebuah keluarga. Namun, tentu sekali kita akan berhadapan dengan karenah anak2 zaman sekarang. Lebih moden, canggih dan lebih terkedepan dari kita (utk ibu bapa era 50's to 80's, ibu bapa tahun 90's kira boleh follow lagi perkembangan IT).

Kalau tak silap saya, saya penah dengar "Al-quran itu adalah ubat atau senjata kepada org mukmin"..

Sabda Rasulullah s.a.w. "Berguraulah dengan anak kamu kala usianya satu hingga tujuh tahun."

Amalkan selepas solat fardu 7, 5 atau 3 kali atau minima sekali selepas solat fardu selawat shifa.

Doanya:
"Allahumma solli 'ala sayyidina Muhammadin Tibbil Qulubi wa dawa iha, wa 'afiah 'abdani wa syifaa iha, wa nuuril Absori wa diyaa iha, wa 'ala alihi wa sohbihi ajmain"

Antara fadhilat selawat ini ialah menerangkan hati, menguatkan jantung, menerangkan mata mengeratkan hubungan keluarga. (maksud hadith daripada Aishah)

Untuk menjadikan anak soleh, usaha kita ialah dengan displinkan diri supaya menjadi contoh dalam melakukan ibadah kepada Allah, ajak anak2 mengaji Quran selepas solat (terutama malam), berbakti kepada orang tua kerana anak2 akan mengikut , doakan mereka dan berdoa.

"rabbana hablana min azwajina wa zurriyatina min qurrati a'yun, waj 'alna lil muttaqinna Ima ma"

Artinya:
Tuhan kami kurniakanlah kami pasangan dan zuriat yang menjadi penyejuk mata dan jadikanlah kami pemimpin kepada orang bertaqwa.

"robbi habli muqimassolatu min zurriyati"

Artinya:
Tuhanku jadikanlah aku dan zuriatku sebagai orang yang sentiasa mendirikan solat.

sumber:http://nurim.multiply.com/journal/item/56/Selawat_Syifa

Minggu, 02 Mei 2010

Shalawat Syifa dan Badwi

Rabu, 27 Januari 2010

DOA PAGI DAN SORE HARI IMAM HUSAIN BIN ALI BIN ABI THALIB

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

Dengan nama Allah, dengan Allah, dari Allah,
Kepada Allah, di jalan Allah dan atas agama Rasulullah
Aku berserah diri pada Allah
Tiada kekuasaan dan kekuatan kecuali dengan
Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung

Ya Allah
Sesungguhnya aku menyerahkan diriku pada-Mu
Aku hadapkan wajahku ke hadapan-Mu
Aku serahkan urusanku pada-Mu
Kepada-Mu aku memohon ampun
dari seluruh kejahatan di dunia dan akhirat

Ya Allah
Sesungguhnya Engkaulah yang mencukupiku dari setiap orang
Tiada seorang pun yang mencukupi aku dari-Mu
Maka cukupilah aku dari semua orang
yang aku khawatirkan dan yang aku takuti
berikan keluasan dan jalan keluar dari semua urusanku

Sesungguhnya Engkau mengetahui,
sedangkan aku tidak mengetahui
Engkau yang berkuasa sedangkan aku tidak kuasa
Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu

Dengan kasih-Mu
Wahai Yang Terkasih dari segala yang mengasihi

Sabtu, 19 Desember 2009

Munajat Orang Yang Takut Kepada Allah

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

Ilahi
Benarkah Engkau akan menyiksaku
setelah aku beriman pada-Mu?
Benarkah Engkau akan menjauhiku
setelah aku mencintai-Mu
Benarkah Engkau akan menolakku
setelah aku mengharapkan rahmat dan maaf-Mu?
Benarkah Engkau akan menghempaskanku
setelah aku berlindung dengan ampunan-Mu?
Demi wajah-Mu yang mulia
Tidak mungkin Engkau mengecewakanku
Duhai diriku!
untuk kecelakaankah Ibu melahirkanku
untuk kesusahankah Engkau memeliharaku
Ah, alangkah baiknya, bila Ibu tidak melahirkanku
dan Engkau tidak memeliharaku
Ah, alangkah baiknya, sekiranya aku tahu
Engkau jadikan aku pemilik bahagia
Yang Engkau istimewakan dengan qurbah di dekat-Mu
sehingga tenang hatiku dan tenteram diriku

Ilahi
Apakah Engkau akan menggelapkan wajah-wajah
yang sudah rebah tunduk karena kebesaran-Mu
Apakah Engkau akan membungkam lidah-lidah
yang selalu bergetar memuji keagungan dan keluhuran-Mu
Apakah Engkau akan mengunci hati
yang telah luluh dalam kecintaan pada-Mu
Apakah Engkau akan menulikan telinga-telinga
yang telah menikmati mendengarkan dzikir-Mu dalam iradah-Mu
Apakah Engkau akan membelenggu tangan-tangan
yang terangkat karena harapan pada-Mu memohonkan kasih-Mu
Apakah Engkau akan menyiksa tubuh-tubuh
yang beramal mematuhi-Mu sehingga melepuh dalam mengabdi-Mu
Apakah Engkau akan mengazab kaki-kaki
yang berlari untuk berbakti pada-Mu

Tuhanku
Jangan tutupkan pintu rahmat-Mu
dari orang yang mengesakan-Mu
Jangan halangi memandang indahnya rukyat-Mu
orang yang merindukan-Mu

Ilahi
Diri yang telah Engkau teguhkan
dengan tauhid-Mu
Bagaimana mungkin Engkau rendahkan
dengan kehinaan pengusiran-Mu
Hati yang telah terikat dengan cinta-Mu
Bagaimana mungkin Engkau Bakar
dengan panasnya api-Mu

Ilahi
Lindungi aku dari pedihnya murka-Mu
dan besarnya marah-Mu
Wahai Yang Pengasih
Wahai Yang Pemberi
Wahai Yang Penyayang
Wahai Yang Penyantun
Wahai Pemaksa, wahai Penguasa
Wahai Pengampun, wahai Penutup
Selamatkan aku dengan rahmat-Mu
dari azab neraka dan ungkapan cela
Pada saat terpisah orang mulia
dan orang durhaka
ketika segala daya binasa
dan segala bahaya menimpa
ketika orang baik didekatkan,
orang jahat dijauhkan
Setiap diri dibalas sesuai dengan hasil kerjanya
dan tidak dianiaya.

Kamis, 17 Desember 2009

Munajat Orang Yang Bertaubat Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

Kesalahan telah menutupku dengan pakaian kehinaan
Perpisahan dari-Mu telah membungkusku dengan jubah kerendahan
Besarnya dosaku telah mematikan hatiku
Hidupkan aku dengan ampunan-Mu
Wahai Cita dan Dambaku, Wahai Ingin dan Harapku
Demi keagungan-Mu
tidak kudapatkan pengampun dosaku selain-Mu
Tidak kulihat penyembuh lukaku selain-Mu
Aku pasrah berserah pada-Mu
Aku tunduk bersimpuh pada-Mu
Jika engkau usir aku dari pintu-Mu
kepada siapa lagi aku bernaung?
jika Engkau tolak aku dari sisi-Mu
kepada siapa lagi aku berlindung?
Celaka sudah diriku, lantaran aib dan celaku
Malang benar aku, karena kejelekan dan kejahatanku

Aku bermohon pada-Mu
Wahai pengampun dosa yang besar
Wahai penyembuh tulang yang patah
Anugerahkan padaku penghancur dosa
Tutuplah untukku pembongkar cela
Jangan lewatkan aku - di hari kiamat
dari sejuknya ampunan dan maghfirah-Mu
Jangan tinggalkan aku
dari indahnya maaf dan penghapusan-Mu

Ilahi
Naungi dosa-dosaku dengan awan rahmat-Mu
Curahi cela-celaku dengan hujan kasih-Mu

Ilahi
Kepada siapa lagi hamba yang lari, kecuali pada mawla-Nya
Adakah selain Dia yang melindungi dari murka-Nya

Ilahi
Sekiranya sesal atas dosa itu taubat
Sungguh demi keagungan-Mu, aku ini orang yang menyesal
Sekiranya istighfar itu penghapus dosa
Sungguh kepada-Mu aku ini beristighfar
Terserah pada-Mu jua (Kecamlah aku sampai Engkau ridha)

Ilahi
dengan kodrat-Mu ampuni aku
dengan kasih-Mu maafkan aku
dengan ilmu-Mu sayangi aku

Ilahi
Engkaulah yang membuka pintu menuju maaf-Mu
kepada hamba-hamba-Mu
Engkau namai itu taubat
Engkau berfirman: Bertaubatlah taubat nashuha
Apa halangan orang yang lalai memasuki pintu itu setelah terbuka

Ilahi,
Jika jelek dosa dari hamba-Mu
baikkanlah maaf dari sisi-Mu

Ilahi
Aku bukan yang pertama membantah-Mu dan Engkau maafkan
dan menolak nikmat-Mu tapi Engkau kasihi
Wahai yang Menjawab pengaduan orang yang berduka!
Wahai pelepas derita!
Wahai penabur karunia!
Wahai yang Maha mengetahui rahasia!
Wahai yang paling Indah dalam menutup cela!
Aku memohon pertolongan dengan karunia dan kebaikan-Mu
Aku bertawassul dengan kemuliaan dan kasih-Mu
Perkenankan doaku, jangan kecewakan harapanku
Terimalah taubatku, hapuskan kesalahanku
Dengan karunia dan rahmat-Mu
Wahai yang lebih pengasih dari segala yang mengasihi

Selasa, 15 Desember 2009

MUNAJAT PARA PENSYUKUR NIKMAT

Dengan Asma Allah yang Mahakasih dan Mahasayang

Tuhanku
Runtunan karunia-Mu telah melengahkan aku
untuk benar-benar bersyukur pada-Mu
Limpahkan anugerah-Mu telah melemahkan aku
untuk menghitung pujian atas-Mu
Iringan ganjaran-Mu telah menyibukkan aku
untuk menyebut kemuliaan-Mu
Rangkaian bantuan-Mu telah melalaikan aku
untuk memperbanyak pujaan pada-Mu

Inilah tempat orang yang mengakui limpahan nikmat
tetapi membalasnya tanpa terima kasih
yang menyaksikan kelalaian dan kealpaan dirinya
Padahal engkau Mahakasih dan Mahasayang
Mahabaik dan maha Pemurah
yang tak kan mengecewakan pencari-Nya
yang tak kan menolak dari sisi-Nya pendamba-Nya

Di halaman-Mu singgah kafilah pengharap
Di serambi-Mu berhenti dambaan para pencari karunia
janganlah membalas harapan kami dengan kekecewaan dan keputusasaan
janganlah menutup kami dengan jubah keprihatinan dan keraguan

Ilahi
Besarnya nikmat-Mu mengecilkan rasa syukurku
Memudar-di samping limpahan anugerah-Mu-pujian dan sanjungku
Karunia-Mu yang berupa cahaya iman menutupku dengan pakaian kebesaran
Curahan anugerah-Mu membungkusku dengan busana kemuliaan
Pemberiaan-Mu merangkaikan padaku kalung nan tak terpecahkan
dan melingkari leherku dengan untaian yang tak teruraikan
Anugerah-Mu tak terhingga sehingga keluh lidahku menyebutkannya
apalah lagi menentukan luasnya
Bagaimana mungkin aku berhasil mensyukuri-Mu
Karena rasa syukurku pada-Mu memerlukan syukur lagi
Setiap kali aku dapat mengucapkan Bagi-Mu pujian
saat itu juga aku terdorong mengucapkan : Bagi-Mu pujian

Ilahi
Sebagaimana Engkau makmurkan kami dengan karunia-Mu
dan memelihara kami dengan pemberian-Mu
Sempurnakan bagi kami limpahan nikmat-Mu
Tolakkan dari kami kejelekan azab-Mu
Berikan bagi kami di dunia dan akhirat
yang paling tinggi dan paling mulia, lambat atau segera
Bagi-Mu pujian atas keindahan ujian-Mu dan limpahan kenikmatan-Mu
(Bagi-Mu) pujian yang selaras dengan ridha-Mu
Yang sepadan dengan kebesaran kebajikan-Mu
Wahai yang Mahaagung-Wahai yang Maha Pemurah
Dengan Rahmat-Mu
Wahai yang paling Pengasih dari segala yang mengasihi
YA ARHAMAR RAHIMIN

Selasa, 03 November 2009

MUNAJAT PARA PENDAMBA DENGAN ASMA ALLAH YANG MAHAKASIH DAN MAHASAYANG

Tuhanku
Bila bekalku sedikit ketika berjalan menuju-Mu
sangkaku baik karena bersandar pada-Mu
Bila dosaku mengancamku dengan siksa-Mu
harapku menentramkanku dari bencana-Mu
Bila kejahatanku mendorongku pada azab-Mu
kepercayaan pada pahala-Mu telah membebaskanku

Bila kelalaian telah menidurkanku dari persiapan bertemu dengan-Mu
pengenalan akan kemurahan-Mu dan nikmat-Mu telah menyadarkanku
Bila Maksiat dan kedurhakaan memisahkan aku dari-Mu
kabar ampunan dan keridhaan telah mendekatkanku

Aku bermohon pada-Mu
dengan kesucian wajah-Mu dan cahaya kudus-Mu
Aku meminta pada-Mu
dengan limpahan rahmat-Mu dan karunia kebajikan-Mu
Benarkan sangkaku tentang kedambaan mendapat anugrah-Mu
serta keindahan pemberian-Mu karena dekat dengan-Mu, taqarrub pada-Mu
bersenang-senang memandang-Mu

Inilah aku bersimpuh menunggu hadiah kasih sayang-Mu
memohonkan lindungan kemurahan dan kebaikan-Mu
berlari dari murka-Mu menuju ridha-Mu
melarikan diri pada-Mu
mengharapkan yang terbaik dari sisi-Mu
menggantungkan diri pada anugerah-Mu
memerlukan penjagaan-Mu

Ilahi
Karunia-Mu yang telah Engkau serahkan, sempurnakanlah
Kebaikan-Mu yang telah Engkau berikan, jangan engkau gagalkan
Apa yang telah Engkau tutup dari diriku
dengan santunan-Mu, jangan Engkau ungkapkan
Apa yang telah Engkau ketahui dari amalku yang buruk, ampunkanlah

Ilahi
Aku memohon pertolongan pada-Mu dengan diri-Mu
Aku memohon perlindungan pada-Mu dengan diri-Mu
Kini aku menemui-Mu
berhasrat besar akan kebaikan-Mu
mendambakan pemberian-Mu
memohon curahan hujan anugerah-Mu
meminta siraman dari awan karunia-MU
mencari keridhaan-Mu
menuju kemuliaan-Mu
merintis jalan menuju bantuan-Mu
mengharap ketinggian kebaikan-MU
mendatangi hasrat keindahan-MU
menginginkan wajah-Mu
mengetuk pintu-Mu
merendahkan diri karena kebesaran dan keagungan-Mu

Lakukanlah padaku-yang layak bagiku
berupa maghfirah dan rahmah
Jangan lakukan padaku-yang layak bagiku
berupa azab dan siksa
dengan rahmat-Mu
Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi
YA ARHAMAR RAHIMIN