Laman

Assalamu Alaikum.....
Google

Qur'an Random

Senin, 31 Mei 2010

P-E-M-U-D-A

Pemuda adalah sosok ideal untuk mengusung dan memperjuangkan perubahan. Idealnya, seorang pemuda harus memiliki semangat yang hebat. Mengingat fisik mereka yang masih kuat. Pemuda juga identik dengan agen perubahan.

Ibnu Katsir datam Tafsirnya jilid 3 meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas ra berkata, “Tidak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia (dipilih) dari kalangan pemuda saja (yakni antara 30 - 40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang ‘alim pun yang diberi ilmu, melainkan is (hanya) dari kalangan pemuda saja. Kemudian Ibnu Abbas ra membaca firman Allah SWT dalam surat At-Anbiya ayat 60: “Mereka berkata: ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. “ (QS. Al-Anbiya : 60)

Sejarah pun mencatat bahwa pertumbuhan dan perkembangan Islam hingga menjadi kekuatan adidaya nomor satu di dunia selama lebih dari 10 abad itu tak lepas dari peranan para pemuda yang ikut berjuang di dalamnya. Di awal pertumbuhan Islam misalnya, para sahabat yang menyertai perjuangan Rasulullah SAW di kota Mekkah mayoritasnya adalah para pemuda, yakni usia mereka rata-rata di bawah 40 tahun.

Seorang pemikir dari Beirut, Musthafa At-Ghalayaini berkata, “Adalah terletak di tangan para pemuda kepentingan umat ini, dan terletak di tangan pemuda juga kehidupan umat ini.” Pemikir dari Mesir, Musthafa Kamil, berkomentar, “Pemuda yang bodoh, beku (tidak punya ruh jihad) untuk memajukan bangsa, matinya itu lebih baik daripada hidupnya.” Komentar yang dilontarkan para pemikir Islam ini tak mengada-ngada. Mereka memberikan gambaran yang jelas bahwa pemuda yang ideal adalah yang mampu menjadi pelopor dalam kemajuan bangsanya. Bukan pengekor. Yang hanya menjadi sapi perah peradaban yang rusak.

Menyikapi peran pemuda, Imam Asy-Syafii mengatakan bahwa, “Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).” Sepertinya para pemuda mesti mencontoh Usamah bin Zaid yang masih muda belia, usianya 18 tahun saat diangkat menjadi panglima perang oleh Rasulullah untuk memimpin pasukan kaum muslimin dalam penyerbuan ke wilayah Syam yang berada di bawah kekuasaan Romawi.

Tentu saja, untuk menghasilkan para pemuda pilihan seperti itu dibutuhkan pembinaan yang benar dan baik kepada para pemuda. Lingkungan keluarga wajib memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan kepribadian pemuda kita. Masyarakat dan negara pun peru memberikan suasana kondusif bagi pembinaan pemuda. Memberikan pengawasan yang baik, bukan malah memberikan pengaruh buruk. Ilmu yang dibarengi dengan ketakwaan akan menjadikan para pemuda memiliki peran yang besar dalam kemajuan sebuah bangsa dan peradaban.

Memahami tantangan
Dalam rangka menghadapi abad XXI yang merupakan awal milenium ke-3, kiranya pemuda Islam dapat mendefinisikan tantangan itu berdasarkan pengalaman di milenium ke-2: Pertama, tantangan fisik meliputi: (1) Konspirasi Bangsa-bangsa Barat yang telah merobohkan payung Islam se-dunia, Khilafah Islamiyah (1924). Mereka akan terus berusaha memecah belah kaum muslimin dalam berbagai bangsa dan negara (lebih dari 50).

(2) Persekutuan Barat senantiasa berusaha menghalangi kaum muslimin untuk membangun kekuatannya. Perang keroyokan AS dan sekutunya dalam menghancurkan Irak dan Afganistan serta berbagai embargo yang ditujukan kepada Iran hingga hari ini merupakan salah satu bukti. (3) Barat memerangi umat Islam di segala tempat. Mereka melakukan tindakan kriminal yang sadis terhadap umat Islam di seluruh tempat di muka bumi. (4) dikuasainya tanah Palestina yang diberkati Allah dan di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha oleh Yahudi Israel sejak tahun 1948.

Kedua, tantangan non-fisik yang sebenarnya lebih berbahaya, meliputi : (1) Barat menyebarkan ide bahwa Islam tidak mampu memecahkan problem-problem kehidupan. (2) Barat menyebarkan ide pemisahan agama dari kehidupan atau sekularisme melalui agen-agen mereka di negeri-negeri Islam. (3)Barat melakukan berbagai rekayasa dan penyesatan informasi kepada umat, seperti menyebarkan gaya hidup Barat yang bejat. Mereka menggambarkan Islam dengan wajah buruk menyebut orang-orang shalih sebagai teroris, ekstrimis, dan fundamentalis.

Jelas apa yang tergambar dalarn tantangan-tantangan di atas adalah upaya-upaya kafir Barat, musuh Islam dan kaum muslimin, untuk memadamkan cahaya Islam. Namun setiap pemuda Islam harus yakin dengan firman Allah SWT :”Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan) mereka, dan Allah tidak mengehendaki selain menyempurnakan cahaya (agama)-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. “ (QS. At-Taubah 32)
Strategi pemuda
Strategi yang perlu dicanangkan oleh para pemuda muslim adalah: membentuk aliansi pemuda Islam Internasional sehingga potensi umat di berbagai negeri muslim dapat disatukan. Dan kesatuan pemuda Islam yang dibangun di atas asas persaudaraan seiman (QS. At-Hujurat:10) akan lebih efektif dalam mengatasi berbagai permasalahan umat, baik intern maupun ekstern.

Bergabung dengan klub-klub dakwah yang berdiri atas dasar perintah Allah (QS. Ali Imran 104) dan berjuang untuk menghidup-hidupkan kembali Islam dalam realitas kehidupan kaum muslimin dan membekali umat Islam dengan pengetahuan tentang mabda’ (aqidah dan hukum-hukum) Islam yang cukup untuk membentengi diri dari berbagai serangan pemikiran dan kebudayaan Barat yang kafir dan keji, bahkan mempersiapkan umat untuk mengemban risatah Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad fi sabilillah.

Setiap pemuda Islam selain menguasai ilmu (tsaqafah) Islam, hendaknya mereka memiliki wawasan yang cukup tentang perkembangan sains dan teknologi, serta membekali diri dengan ketrampilan yang mengarah kepada penguasaan teknologi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar